
Dalam upaya memastikan validitas dan kualitas data madrasah menyambut Tahun Pelajaran 2026-2027, MA Bustanul Ulum terus menunjukkan komitmennya. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan Operator Madrasah (OPM) MA Bustanul Ulum, Gufron Ali, S.Pd., dalam agenda “Sinau Bareng Operator” yang digelar pada Selasa (28/07/2026).
Kegiatan yang bersifat penting ini diinisiasi oleh Kelompok Kerja Kepala Madrasah (KKM) Wilayah Kerja Timur bersinergi dengan Forum Operator Madrasah (FORMAL) Kabupaten Lumajang. Mengusung fokus bahasan pada Best Practice Pengelolaan EMIS 4.0 dan EMIS GTK, acara ini mengambil tempat di kawasan Wisata Tumpuk Selo, Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang.
Kehadiran Gufron Ali, S.Pd. sebagai perwakilan MA Bustanul Ulum menjadi langkah strategis madrasah dalam merespons pembaruan sistem pendataan dari Kementerian Agama. Seperti diketahui, aplikasi EMIS 4.0 merupakan jantung pangkalan data yang memuat informasi kelembagaan, siswa, hingga Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
“Pendataan yang akurat adalah kunci dari perencanaan pendidikan yang baik di madrasah. Melalui kegiatan sinau bareng ini, kita para operator bisa saling sharing solusi jika ada kendala di sistem EMIS 4.0, sehingga data MA Bustanul Ulum dipastikan aman dan mutakhir,” ujar Gufron Ali, S.Pd. di sela-sela kegiatan.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berlangsung guyub dan penuh antusiasme. Sesi materi dipandu langsung oleh Bapak Zainuddin, M.Pd. selaku narasumber utama. Dalam paparannya, beliau mengupas tuntas praktik terbaik (best practice) serta memberikan strategi teknis dalam mengelola dan menyelesaikan berbagai kendala penginputan data pada sistem EMIS 4.0 maupun EMIS GTK.
Dengan proaktifnya MA Bustanul Ulum mendelegasikan operator terbaiknya dalam forum-forum peningkatan kapasitas seperti ini, diharapkan tata kelola administrasi dan digitalisasi madrasah ke depannya semakin profesional, akuntabel, dan membawa MA Bustanul Ulum semakin berprestasi.

